Taj Mahal Saksi Bisu Cinta Abadi

Wisata  
Taj Mahal (FOTO : Dok. Muhammad Rifky)

KAKI BUKIT – Tim bulu tangkis India baru saja meraih Piala Thomas piala paling bergengsi di cabang olahraga tepok bulu tersebut. Tim India dengan mengejutkan mengalahkan tim bulu tangkis Indonesia, maka India untuk pertama kalinya meraih Piala Thomas atau Thomas Cup.

Sukses tim India tersebut mengingatkan pada keelokan sebuah bangunan yang berdiri di Agra di wilayah Uttar Pradesh. Bangunan tersebut bernama “Taj Mahal” dan juga dinobatkan sebagai salah satu keajaiban dunia.

Perjalanan menuju negara yang kepopulerannya dapat dirangkum dalam satu kata “Bollywood” ini memberi kesan yang familiar dan saat bersamaan sangat asing. Menjadi negara dengan penduduk terbanyak kedua di dunia dan terletak di bagian selatan dari garis khatulistiwa, dengan iklim sub tropis merupakan sebagian kecil dari kemiripan yang dimiliki India dengan Indonesia.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Setelah menempuh penerbangan hampir tujuh jam dari Jakarta, kami tiba bandara internasional Indira Gandhi. Selesai urusan administrasi rombongan kami langsung menuju Hotel Samrat New Delhi yang berdekatan dengan Nehru Park. Kami tiba sudah pukul 1 dinihari waktu setempat. Setelah selesai dengan urusaan administrasi hotel pukul 2 dinihari kami beranjak ke kamar. Obat lelah dari perjalanan yang tidur.

Hanya tersisa waktu empat jam untuk beristirahat, karena pukul 6 pagi kami harus mengejar kereta ekspres untuk menuju Agra, kota tempat berdirinya bangunan yang amat terkenal Taj Mahal. Agra pada abad 16 sampai awal abad 17 adalah ibu kota India sebelum pindah ke New Delhi.

Perjalanan kami selain Agra juga akan menuju Kashmir yang terletak di sebelah utara India di punggung pegunungan Himalaya. Perjalanan ke Agra kami tempuh dengan kereta api ekspress dari stasiun di pusat kota New Delhi. Butuh waktu dua jam perjalanan untuk tiba di Agra.

Keluar dari stasiun kami diserbu beberapa orang sopir taksi yang menawarkan jasa untuk mengantar ke Taj Mahal. “Ternyata tidak berbeda dengan Indonesia, begitu keluar stasiun langsung diserbu sopir taksi,” kata seorang dari kami. Dengan taksi rombongan kami akhir tiba di pelataran Taj Mahal. Bangunan megah dengan arsitekturnya yang indah terlihat di depan mata.

Pembangunan Taj Mahal dimulai dari tahun 1631 dan memakan waktu 22 tahun untuk penyelesaiannnya. Taj Mahal termasuk dalam daftar Unesco's World Heritage. Untuk masuk ke Taj Mahal kami harus membayar tiket masuk sebesar 1000 Rupe lengkap dengan pelayanan berupa pemandu tur resmi yang ditunjuk oleh Departemen Pariwisata India. Kami juga diberi alas kaki untuk menjaga kebersihan dan etika begitu memasuki Taj Mahal.

Ada yang menyebut, “Taj Mahal adalah saksi bisu kisah cinta abadi dari India.” Taj Mahal menjadi salah satu ikon India. Taj Mahal dikenal karena sejarahnya sekaligus juga menjadi bangunan spektakuler dengan arsitekturnya yang indah dan menganggumkan. Sang arsitek bernama Ahmad Lawhari.

Taj Mahal luasnya mencapai 42 hektar itu dilengkapi dengan kubah besar setinggi 73 meter dikelilingi oleh empat kubah yang lebih kecil disekitarnya. Pembangunan Taj Mahal dimulai pada tahun 1631 dan baru selesai di tahun 1653.

Ada beberapa catatan harus diingat selama berada di Taj Mahal : tidak diperkenankan untuk membawa tas besar, baik berupa koper atau ransel, ke dalam komplek Taj Mahal, dilarang untuk membawa makanan dan minuman dari luar. Bila terlanjur membawa tas maka dapat dititipkan ke toko souvenir atau restoran yang terletak di sekitar komplek.

Wisatawan dapat membawa kamera atau telepon genggam, tapi begitu memasuki ruang utama Taj Mahal dilarang untuk mengambil gambar dalam bentuk apapun mengingat itu merupakan tempat suci.

Untuk masuk kompleks Taj Mahal wisatawan dapat melalui tiga gerbang utama, yaitu gerbang Barat, gerbang Timur, dan gerbang Selatan. Terdapat dua tahapan pemeriksaan keamanan saat memasuki gerbang utama yaitu pemeriksaan metal detector dan scanning barang bawaan. Setelah melewati kedua pemeriksaan maka wisatawan dapat langsung menuju ke taman utama Taj Mahal di bagian Utara.

Di halaman yang luas lengkap dengan taman bunga dan kolam ini wisatawan dapat mengambil gambar atau sekedar menikmati kemegahan Taj Mahal yang didominasi oleh susunan marmer putih.

Taj Mahal terletak persis di pinggir sungai Yamuna yang melintas kota Agra. Dari depan memang tidak nampak jelas, namun jika wisatawan menyusuri taman yang menuju ke bangunan utama atau masuk ke dalam makam dari pintu depan yang menghadap ke Selatan dan keluar menuju pintu belakang di sisi Utara maka jelas terlihat kelokan sungai beserta sejumlah burung pemangsa yang terbang berkelompok mencari ikan.

Selain itu, tepat di seberang sungai terlihat Sisa-sisa dari Mehtab Bagh, atau ‘taman cahaya bulan’ secara harfiah, sebuah taman yang terletak persis di area dataran banjir Sungai Yamuna dengan luas area menyerupai Taj Mahal.

Kompleks Taj Mahal terdiri dari sejumlah bangunan pendukung yang memiliki sejarah dan peran penting dalam pembangunan monumen memperingati kematian Mumtaz Mahal istri dari Raja Mughal, Shah Jahan.

Terdapat dua makam lain bagi istri-istri Shah Jahan meski tidak semegah untuk Mumtaz di dekat gerbang Timur dan Barat. Bangunan Taj Mahal sendiri sebenarnya diapit oleh dua bangunan lain yang terbuat dari batu pasir merah dengan Masjid di sisi Barat dan rumah singgah (Guest house) di Timur. Kedua bangunan ini memberi kesan simetris bagi arsitektur Taj Mahal secara keseluruhan.

Masjid di komplek Taj Mahal

Sayang, ketika mencoba melaksanakan shalat sunah di Masjid terkesan bahwa bangunan tersebut kurang terawat dengan lapisan debu yang tebal, keramik yang retak, dan karpet yang lusuh. Masjid tersebut memang telah jarang digunakan dan hanya dibuka untuk warga muslim India saat Shalat Ied saja.

Bergerak dari Masjid di sisi Barat, wisatawan harus mengantri dengan tertib untuk dapat memasuki bangunan utama dimana Mumtaz Mahal dan Shah Jahan disemayamkan. Bangunan utama ini lumayan kecil, pintu utama hanya muat untuk dua orang masuk di saat bersamaan. Begitu melewati pintu utama wisatawan disambut oleh tangga yang mengarah ke ruang bawah tanah, tempat makam sebenarnya berada. Namun tangga ini telah ditutup untuk umum dan wisatawan.

Wisatawan diarahkan menuju ke ruang tengah yang berada persis di atas ruang makam. Di sini wisatawan dapat melihat replika kedua makam Mumtaz Mahal dan Shah Jahan lengkap dengan ukiran dan hiasan batuan berharga yang menjadi dekorasi utama ruang itu. Wisatawan hanya dapat mengintari ruang tengah dan dilarang langsung mendekati replika makam. Beberapa pengunjung yang usil terlihat beberapa kali melempar koin ke arah makam, mungkin sebagai pengharapan keberuntungan, meski jelas-jelas tampak beberapa petugas yang senantiasa berpatroli menjaga kebersihan sekitar makam.

Setelah puas menjalani tur Taj Mahal, wisatawan dapat memilih melihat-lihat toko suvenir yang tersebar di luar gerbang Taj Mahal atau sekedar berjalan-jalan di dalam kompleks. Wisatawan juga dapat langsung melanjutkan tur menuju Benteng Agra. Karena areal kompleks cukup luas, wisatawan dapat memilih menaiki bus eletrik serupa golf car yang telah disediakan badan pariwisata India untuk mengintari areal kompleks atau menuju pintu keluar. (Muhammad Rifky)

Berita Terkait

Image

Kunjungan Diplomatik Satu Hari ke Naminara Republic

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Wartawan Utama/ Penggiat Literasi/ Konten Kreator/ Tutor/ Penulis/ Penerbit Buku -- Palembang

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image