Kunjungan Diplomatik Satu Hari ke Naminara Republic

Wisata  
(FOTO-FOTO Dok. Maspril Aries)

KAKI BUKIT – Hari masih pagi saat baru saja menjejakkan kaki di Naminara Republic. Matahari baru mengantar hangatnya yang lembut kepada makhluk di bumi yang udaranya tengah dingin karena memang sedang musim dingin di sana.

Tempat pembelian tiket untuk menyebrang ke Pulau Nami.

Perjalanan diplomatik ke Naminara Republic bermula dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta atau Banten. Setelah menempuh penerbangan sekitar tujuh jam burung besi mendarat di Bandara Internasional Incheon sekitar pukul 7 pagi waktu setempat.

Setelah urusan imigrasi selesai, keluar dari bandara langsung dengan perjalanan darat menuju Provinsi Gangwon (Gangwon-do) dengan waktu tempuh sekitar 90 menit. Jika dari Seoul ibu kota Republik Korea berjarak sekitar 63 km.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Kapal Ferry menyebrang ke Pulau Nami.

Sebelum naik ke kapal ferry yang akan mengantar ke Naminara Republic sarapan pagi dulu di restoran yang ada di sekitar pelabuhan. Menunya khas Korea Bulgogi (불고기) atau “daging api” yang isinya daging sapi, sotong dengan sup rumput laut.

Sarapan Bulgogi.

Butuh waktu pelayaran sekitar 15 menit tiba di dermaga Naminara Republic yang menyambut para tamunya dengan tulisan besar dalam bahasa Inggris Welcome to Naminara Republic. Pada kunjungan kali ini tidak ada penyambutan upacara kenegaraan layaknya kunjungan kepala negara asing. Yang menyambut adalah keindahan alam yang memanjakan mata yang masih digayuti kantuk.

Bendera Korea dan Indonesia menyambut di Naminara Republic.

Selain berlayar dengan kapal ferry untuk mencapai Naminara Republic di Sungai Han sungai yang sangat terkenal di Korea. Bisa juga menggunakan speed boat atau kereta gantung. Pulau ini sangat terkenal dengan keindahan alam karena dikelilingi pegunungan, sungai, dan danau. Untuk naik kapal ferry dan sampai ke Naminara Republic harus membeli tiket ― pass masuk ke Pulau Nami. Waktu itu harganya 8.000 won/ orang untuk pelayaran pulang dan pergi termasuk ke Pulau Nami.

Musim dingin, salju menyambut di Pulau Nami.

Selamat datang di Naminara Republic yang berada pada sebuah pulau dengan luas sekitar 430.000 meter2 jika dilihat dari udara pulau ini berbentuk setengah dari bentuk bulan yang belum purnama.

Sebelumnya menjelajah pulau tersebut mari mengenal geografi dan sejarah Naminara Republic atau disebut juga Pulau Nami (Nami Island). Pulau Nami merupakan sebuah pulau kecil di wilayah Chuncheon, Provinsi Gangwon, Korea Selatan. Pulau ini awalnya adalah daratan yang membentuk pulau sendiri karena aliran air yang meluap di sekelilingnya. Air tersebut berasal dari sungai terbesar di Korea, yaitu sungai Han.

Obyek wisata buatan di Pulau Nami.

Pada 1944 di sungai tersebut dibangun bendungan Cheongpyeong, sebelum dibangun bendungan, pulau ini merupakan daratan apabila aliran sungai di bagian utara sungai Han surut, dan berubah menjadi pulau apabila aliran sungai di bagian utara sungai Han pasang atau meluap.

Nama Pulau Nami lahir dari sebuah legenda yang ada di Korea, berasal dari jendral masa pemerintahan Raja Sejo (1417-1468) dan anaknya, Raja Yejong (1450-1469). Nami yang merupakan cucu dari Raja Taejong sudah menjadi jenderal pada usia tujuh belas tahun dan lulus peringkat pertama dalam ujian nasional pertahanan militer.

Pohon-pohon pinus yang luruh daunnya pada musim dingin.

Ia adalah jenderal favorit Raja Sejo yang memiliki kemampuan militer luar biasa. Nami sangat cinta negaranya, dan pernah berjanji. “Jika seorang pemuda tidak dapat membawa kedamaian bagi bangsanya saat berusia dua puluh, maka siapakah yang pantas menyebutnya pahlawan?”

Pada usia dua puluh tujuh tahun jenderal Nami menjadi menteri pertahanan militer tapi meninggal pada usia dua puluh delapan tahun karena dihukum mati atas fitnah yang dituduhkan oleh Yu Jagwang. Raja Yejong anak dari Raja Sejo yang berkuasa tidak menyukai Jenderal Nami. Kemudian ia mendukung eksekusi Jenderal Nami sebagai pengkhianat dan memberi Yu Ja Gwang pangkat Pangeran.

Menghangatkan tubuh di perapian karena udara yang dingin.

Kisahnya, selama empat abad Jenderal Nami dikenal dicap sebagai pengkhianat bangsa dan tidak diketahui di mana kuburnya. Kemudian pada masa pemerintahan Raja Sunjo (1818), raja mempelajari sejarah negerinya dan menemukan adanya kekeliruan sejarah lalu memerintahkan untuk memberikan penghormatan anumerta bagi Jenderal Nami, dan memberikan hukuman bagi Jenderal Yu Ja Gwang.

Sementara itu, untuk menghormati Jenderal Nami sendiri dibangunkan kuburan selayaknya pahlawan serta kuil untuk menghormatinya di Hwaseong, Provinsi Gyeonggi. Rakyat Korea percaya bahwa potongan tubuh Jenderal Nami terkubur di bawah tumpukan batu yang ada di pulau kecil di Chuncheon yang kemudian dikenal dengan nama Pulau Nami atau Nami Sseom. Di area kuburan jenderal Nami ini dibuat juga tulisan sejarah dan replika penggalan perkataan Jenderal Nami.

Pulau Nami mulai dikembangkan pada tahun 1965 oleh seorang warga Korea bernama Min Byeong Do. Setelah mengundurkan diri dari jabatan Gubernur Bank of Korea, Min Byeong Do membeli pulau tersebut. Dengan menghabiskan sisa hidupnya ia memulai menanami Pulau Nami dengan lebih dari 300 jenis pohon termasuk Metasequois sehingga alamnya nan indah seperti sekarang.

Tahun 1966 Min Byeong Do mendirikan perusahaan Gyeongchun Tourism Development Inc dan mengembangkan Pulau Nami menjadi resort yang kini menjelma menjadi destinasi wisata nomor satu di negeri ginseng tersebut.

Bangunan bank di Naminara Republic.

Pulau Nami yang alami adalah destinasi wisata buatan tempat berbagai aneka kegiatan seni dan kebudayaan seni dan budaya bekerjasama dengan organisasi internasional seperti UNICEF dan UNESCO. Di pulau ini berdiri Sekolah Budaya Pulau Nami, Pusat Daur Ulang, Galeri Raison, Balai Andersen, dan Balai UNICEF. Tahun 2004-2006 Pulau Nami menjadi tuan rumah acara International Children’s Book Festival, International Young People’s Muse Festival, dan Midwinter Night’s Summer Dream.

Pada tahun 1 Maret 2006 Pulau Nami resmi mendeklarasikan kemerdekaannya menjadi Republik Naminara atau Naminara Republic yang juga disebut sebagai “Micronation” atau negara mikro atau negara kecil. Di seluruh dunia sampai saat ini terdapat 120 Micronation seperti Republik Naminara. Data tahun 2012 Republik Naminara memiliki warga negara sebanyak 194 orang yang tersebar di 60 negara.

Kini Naminara Republic menjelma menjadi destinasi wisata Korea yang didatangi wisatawan dari mancanegara. Dengan promosi yang gencar seiring dengan Korean Wave, setiap tahun sebelum pandemi Covid-19 sekitar 2.300.000 wisatawan berkunjung ke Pulau Nami.

Poster ikonik drakor Winter Sonata.

Ya Korean Wave melalui serial drakor yang terkenal tahun 2002 berjudul Winter Sonata mampu menginfiltrasi relung budaya warga negara di Asia sampai ke Indonesia dan mancanegara. Serial Winter Sonata yang dibintangi Bae Yong Joon dan Choi Ji Woo mengambil lokasi pengambilan gambar di Naminara Republic membuat pulau ini semakin terkenal.

Patung pemeran drakor Winter Sonata

Berjalan di Pulau Nami, ada patung pemeran serial drama Winter Sonata dan poster besar drama yang sangat ikonik dengan ukuran besar yang menjadi pilihan latar belakang atau swafoto tamu yang datang ke Naminara Republic. Ada yang bilang belum afdal jika ke Korea belum berfoto di sini.

Daya tarik lain dari negara Naminara Republic pepohonan yang ditanam berbaris (tree line road) yang seolah menjadi pagar bagi pejalan kaki di Pulau Nami. Barisan pohon juga kerap menjadi latar foto siapa pun yang datang ke sini. Di pulau ini tumbuh bermacam seperti pohon Pinus Korea, pohon Kastanye, pohon Ginkgo, pohon Poplar, dan lainnya.

Beli hotteok 1.000 Won.

Setelah puas berkeliling, bisa jalan kaki atau menyewa sepeda juga naik semacam mobil golf dan perut merasa lapar, ada banyak restoran dengan aneka menu dari masakan Korea negara lainnya di sini. Jika anda belum lapar bisa mencicipi hotteok atau sweet pancake ala Korea.

Musala dan perpustakaan pada satu gedung.

Pulau Nami adalah destinasi ramah muslim atau muslim friendly dengan berbagai fasilitasnya. Usai makan siang saatnya mencari musala untuk menunaikan salat. Musala tersedia di gedung Nami Library. Juga ada restoran yang bersertifikat halal. Sepertinya pemerintah Naminara Republic sangat tahu bahwa mereka yang datang ke sini banyak wisatawan muslim dari Indonesia, Malaysia dan negara mayoritas muslim lainnya.

Memanfaatkan botol bekas Soju.

Destinasi lainnya, ada menara yang terbuat dari botol bekas Soju, yaitu sejenis minuman beralkohol khas Korea, ada arena permainan anak, juga ada ada teater terbuka dan museum. Juga ada tempat pembuatan keramik dan gelas hias serta tempat menjadi penyiar atau host stasiun televisi.

Untuk menuju Naminara Republic jika berangkat dari Seoul ada pilihan moda transportasi bisa dengan kereta bawah tanah, kereta api atau kereta cepat ITX, dan bus antar-jemput. Perjalanan dari Seoul bisa berangkat dari Stasiun Cheongnyangni ke Stasiun Gapyeong (stasiun terdekat dengan pulau Nami) dengan waktu tempuh sekitar 90 menit. Jika naik kereta ITX hanya butuh waktu 30 menit. Tiket bisa dibeli langsung di stasiun Cheongnyangni.

Berjalan kaki di Naminara Republic di tengah suhu yang dingin.

Bisa juga memilih naik bus shuttle dari Taman Tapgol yang dekat dengan stasiun Jeonggak. Untuk cari lokasi bisa minta bantuan mesin pencari. Namun yang harus dicatat jika menggunakan bus, bus mulai berangkat pukul 09.30 pagi waktu setempat dan kembali ke Seoul pukul 16.00 atau pukul 4 sore. Awas jangan sampai lupa, karena akan ketinggalan bus.

Naminara Republic adalah destinasi dengan keindahan alam empat musim. Keindahan pemandangan Pulau Nami berbeda setiap musimnya. Berbeda dengan Indonesia yang kenal dengan musim kemarau dan musim hujan, maka di negara Micronation dikenal ada empat musim.

Terminal bus yang akan menunggu penumpangnya yang tengah menyebrang ke Pulau Nami,

Pertama musim semi, pada saat itu pohon-pohon yang mulanya tidak berdaun seperti pohon mati karena suhu dingin dari musim dingin ini mulai tumbuh dan berdaun kembali, mulai menampakan warna hijaunya. Udara masih terasa dingin namun kicauan burung mulai terdengar merdu sebagau pertanda datangnya musim semi.

Kedua musim panas, saat pohon dan dedaunan Pulau Nami berwarna merah kekuningan. Daun dan bayangan dari pohon melindungi mereka yang datang dari teriknya matahari musim panas. Dengan letaknya yang dikelilingi sungai maka hembusan angin terasa menepis cuaca panas.

Ketiga musim gugur, saat itu aneka pohon menampilkan warna yang berbeda. Semua terjadi sebagai proses alam yang menyebabkan daun-daun berganti warna. Ada daun berwarna dari hijau warna kuning, merah, cokelat keemasan. Khusus pohon cemara tetap berwarna hijau. Pada musim ini Pulau Nami mendapat kiriman daun-daun pohon Eunheng yang jatuh di kota Songpa, Seoul lalu dihamparkan di jalanan yang diapit pohon-pohon Eunheng di Pulau Nami. Maka jalan-jalan di Pulau Nami semakin indah berubah menjadi kuning keemasan. Sekitar 100 ton daun-daun yang jatuh dari pohon Eunheng dikirim ke sini.

Keempat musim dingin. Banyak yang mengatakan pemandangan terindah di Naminara Republic adalah saat musim dingin. Saat itu seluruh permukaan tanah, pepohonan, dan dan ranting pohon tertutup selimuti putih dari salju yang lembut. Di setiap sudut akan ada boneka-boneka salju. Mereka yang datang bisa diajari membuat boneka salju. Karena keindahannya pada musim dingin, maka serial drama Winter Sonata mengambil lokasi pengambilan gambar di sini.

Kapan ingin berkunjung ke Naminara Republic? Pilihlah diantara empat musim tersebut. Jika ingin selama empat musim, maka menetaplah di sana selama satu tahun. (maspril aries)

Berita Terkait

Image

Taj Mahal Saksi Bisu Cinta Abadi

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Wartawan Utama/ Penggiat Literasi/ Konten Kreator/ Tutor/ Penulis/ Penerbit Buku -- Palembang

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image