6 Agustus 1945 Genbaku Dome Saksi Jatuhnya Bom Atom Pertama di Bumi

Wisata  
Genbaku Dome dan sungai Motoyasu saat sakura berbunga. (FOTO-FOTO Koleksi Maspril Aries)

KAKI BUKIT – Tahun 1985 atau sekitar 37 tahun lalu penyanyi Melky Goeslaw (almarhum) menciptakan lagu berjudul “Hiroshima dan Nagasaki.” Lagu ini dinyanyikan penciptanya pada Festival Lagu Populer Tingkat Nasional (FLPTN).

Jauh sebelumnya, 77 tahun yang lalu sebuah bom atom jatuh di Hiroshima pada 6 Agustus 1945 yang meluluhlantakan kota tersebut dan menelan korban jiwa ratusan ribu orang tewas. Tiga hari kemudian, 9 Agustus 1945 bom atom kedua dijatuhkan di Nagasaki, kota ini pun lulu hlantak oleh bom yang dijatuhkan pesawat tempur Amerika Serikat, puluhan ribu orang tewas.

Di depan Genbaku Dome.

Dua peristiwa yang terjadi di Jepang tersebut menjadi inspirasi dari lagu ciptaan Melky Goeslaw atau ayah dari penyanyi dan pencipta lagu Melly Goeslaw. Penggalan lirik lagunya :

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

“Hiroshima dan Nagasaki

Sejarah tragedi di bumi

Hiroshima dan Nagasaski

Getarkan harkat manusiawi

Hiroshima dan Nagasaski

Satu saksi korban ambisi

Hiroshima dan Nagasaki

Jangan sampai terulang lagi”

Genta Perdamaian di Hiroshima heiwa kinen kōen.

Di kota Hiroshima pada 77 tahun lalu terjadi tragedi kemanusian di bumi. Militer Amerika Serikat (AS) dengan pesawatnya menjatuhkan bom atom seberat empat ton yang ledakannya menghasilkan 13 kiloton TNT. Bom atom dengan inti uranium bernama “Little Boy” meluluhlantakan kota pelabuhan di tepi laut pedalaman Seto yang dikenal sebagai pusat industri tekstil dan barang-barang dari karet. Hiroshima berdiri pada abad ke-16 sebagai kota istana di delta Sungai Ota.

Saat saku berbunga di Genbaku Dome.

Data lain menyebutkan, bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima, Jepang, pada 6 Agustus 1945 mengandung sekitar 64 kg (140 pon) uranium. Bom ini melepaskan energi setara dengan sekitar 15 kiloton bahan peledak kimia.

Pada 6 Agustus 1945 pukul 09.15 pagi waktu Tokyo sebuah pesawat pembom B-29 Enola Gay dengan pilot Paul W. Tibbets, terbang di langit Hiroshima dan menjatuhkan sebuah bom atom uranium bernama “Little Boy.” Dalam hitungan menit, kota terbesar ketujuh Jepang tersebut rata dengan tanah dan ribuan orang menjadi korban.

Dalam sejarah manusia tercatat, Hiroshima adalah tempat pertama di bumi yang dijatuhi bom atom dan menewaskan sekitar 140.000 orang penduduk kota tersebut. Untuk mengenang peristiwa kemanusian tersebut, perjalanan saya dimulai dari Osaka menuju menuju Hiroshima atau Prefektur Hiroshima yang berjarak lebih dari 300 km. Jarak jauh tersebut bukan masalah bagi kereta cepat Jepang yang jadi pilihan transportasi nan nyaman.

Stasiun Trem Hiroshima.

Untuk menjangkau Hiroshima dari Osaka hanya dibutuhkan waktu sekitar 1 jam 20 menit sudah tiba di stasiun Hiroshima. Moda kereta adalah pilihan untuk kenyamanan dan ketepatan waktu. Jadi waktu selama satu hari bisa digunakan benar-benar efisien dan efektif untuk mengunjungi beberapa destinasi wisata di kota yang kerap disebut “Kota Perdamaian.”

Keluar dari stasiun menuju stasiun trem yang sekilas mirip KRL di Jakarta. Naik trem line 2 atau line 6 menuju Taman Monumen Perdamaian Hiroshima turun di stasiun Genbaku-Dome mae. Kereta berhenti di stasiun Genbaku-Dome mae lalu berjalan kaki ke Hiroshima Peace Memorial Park (広島平和記念公園 Hiroshima heiwa kinen kōen). Taman ini memiliki luas 120.000 meter persegi. Harga tiket masuknya seharga 50 Yen (silahkan kurs sendiri) untuk harga Rupiah.

Dari stasiun saat melangkah pandangan pertama akan tertuju pada Genbaku Dome yaitu bangunan tinggi berupa puing atau sisa bangunan bekas gedung promosi industri Prefektur Hiroshima yang masih berdiri. Bangunan ini menjadi saksi jatuhnya bom atom “Little Boy” yang bermuatan nuklir sehingga setelah bom meledak menyebar radiasi nuklir berkilo-kilo meter dari pusat ledakan.

Stasiun Genbaku-Dome mae

Genbaku Dome dari jauh sudah terlihat dan merupakan bangunan paling mencolok karena konstruksi yang tinggi. UNESCO menetapkan bangunan ini sebagai Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1996. Bangunan yang kerangkanya berbentuk kubah ini adalah ikonik dari Taman Monumen Perdamaian Hiroshima. Maka siapa pun yang berkunjung harus foto di sini dengan latar belakang puing gedung yang masih terlihat kerangka atapnya. Jika foto-foto anda ingin terlihat cantik, indah dan elok maka datanglah ke sini saat sakura berbunga.

Berkunjung ke Hirosihoma adalah kedatangan melihat betapa perang sangat menghancurkan dan hanya menyisakan puing-puing yang menjadi saksi bisu dari tragedi kemanusian di bumi. Di area taman Hiroshima Peace Memorial Park, ada beberapa lokasi yang bisa didatangi.

Dengan berjalan kaki di area taman Genbaku Dome. Bisa berkunjung ke Monumen Anak Korban Bom Atom, Monumen Orang Korea Korban Bom Atom, Plakat Peringatan, Monumen Api Perdamaian, Genta Perdamaian, Gerbang Perdamaian. Yang jangan sampai lupa dikunjungi adalah musem. Di sini berdiri Museum Peringatan Perdamaian Hiroshima dan Aula Peringatan Korban Bom Atom. Jika tidak lelah berjalan kaki, di sini ada 17 wahana yang bisa dikunjungi, yang pada masa lalu yang jadi saksi bisu petaka bom nuklir buatan Amerika Serikat.

Ada Monumen Anak Korban Bom Atom berupa anak perempuan yang sedang merentangkan kedua belah tangan dengan origami burung. Monumen didedikasikan sebagai peringatan kisah nyata seorang anak perempuan bernama Sasaki Sadako yang menderita sakit karena radiasi. Sadako percaya akan sembuh jika bisa membuat lipatan kertas 1.000 burung Jenjang. Bagi yang datang ke seni, khususnya anak-anak mereka datang dengan membawa lipatan kertas burung Jenjang untuk diletakkan di dekat monumen.

Selain warga Jepang yang tewas, bom atom “Little Boy” juga menewaskan sekitar 20.000 orang Korea yang merupakan pekerja paksa. Monumen orang Korea ini selesai dibangun tahun 1970.

Plakat Peringatan Bom Atom Hiroshima.

Di taman ini juga berdiri Plakat Peringatan yang terdapat di tengah-tengah taman berbentuk bangunan lengkung, mirip atap gerobak acrt pada zaman era koboi atau wild west. Dari lengkungan yang terbuka, memandang lurus ke depan bisa terlihat Monumen Perdamaian Hiroshima dan Monumen Api Perdamaian.

Di tempat ini, 27 Mei 2016 Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama meletakan karangan bunga saat kunjungan ke Jepang. Obama menjadi Presiden AS pertama yang mengunjungi Kota Hiroshima. Kedatangan Obama Taman Monumen Perdamaian Hiroshima sempat memicu perdebatan. Obama menyebut kedatangannya adalah untuk mendukung program dunia bebas senjata nuklir.

Latar belakang Museum Perdamaian Hiroshima.

Setelah berkeliling di area taman, tujuan selanjutnya bisa mendatangi Aula Peringatan Korban Bom Atom (Memorial Hall for the Atomic Bomb Victims) dan Museum Peringatan Perdamaian Hiroshima. Di dalam gedung selain ada museum juga ada perpustakaan, ruangan pameran dan ruangan informasi para korban.

Salah satunya ada aula bawah tanah yang disebut Hall of Remembrance yang bisa melihat panorama Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945. Panorama disusun dari 140.000 potongan keramik sesuai dengan jumlah korban yang tewas sampai akhir tahun 1945. Juga bisa menyaksikan film tentang peristiwa yang mengerikan tersebut. Di museum ini pedihnya penderitaan para korban bisa terlihat di depan mata.

Plakat Jembatan Motoyasu.

Di sini juga bisa beristirahat menikmati aneka makanan ringan yang dijual pedagang setempat, seperti es krim yang bisa dinikmati di atas jembatan sungai Motoyasu. Jembatan Motoyasu atau Motoyasu Bridge adalah salah satu titik tempat dijatukan jembatan bom atom. Atau tertulis dalam plakat batu yang tertulis “Motoyasu Bridge (about 130 meters from the hypocenter).”

Hari menjelang senja, walau bunga sakura masih terlihat indah di pandang mata di Taman Monumen Perdamaian Hiroshima yang di sebelahnya mengalir sungai Motoyasu, saya harus segera meninggalkan tempat itu karena masih ada destinasi lain yang bisa dikunjungi di Hiroshima.

Istirahat sejenak di replika jembatan Motoyasu.

Setelah Taman Monumen Perdamaian Hiroshima dan kuil Itsukushima dengan Gerbang Torii masih ada Kastil Hiroshima di Motomachi, Naka Ward dan Kastil Fukuyama. Juga ada Shukkei-en dengan aneka dan variasi bunga yang tumbuh dan jika datang ke seni pada Maret – Mei ada pesta visual kecantikan bunga sakura dan rhododendron.

Juga bisa mengunjungi kota kecil kuno Onomichi yang memiliki banyak kuil budha dan ke Takehara yang dijuluki “Little Kyoto” di Hiroshima. Di Hiroshima juga ada Museum Transportasi, yang memiliki koleksi sekitar 3000 koleksi moda transportasi kereta, alat trasportasi darat, perahu, dan pesawat, juga ada gerbong kereta dengan nomor 654 yang selamat dari ledakan bom atom 1945.

Selamat tinggal Hiroshima.

Tentunya jangan lupa datang ke pusat kota Hiroshima yang selalu ramai, dengan pusat keramaian di Jalan Hondori. Hondori adalah arcade pejalan kaki yang tertutup untuk lalu lintas dan dipenuhi dengan toko-toko dan restoran.

Walau kaki lelah melangkah, ransel setia mendekap punggung, ada rasa puas menyaksikan keelokan Hiroshima yang bangkit dari keruntuhan dan luluh lantak karena perang, kini menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan. Menjaga dan merawat puing-puing masa lalu seperti yang ada di Miyajima dan Taman Monumen Perdamaian Hiroshima ternyata bisa mendapatkan uang. Sisa masa lalu bukanlah usang yang harus dibuang. (maspril aries)

Berita Terkait

Image

Dosen UIN Raden Fatah Ceramah Subuh di Masjid IMAAM Center Washington DC

Image

Senjata Mengalir di Negara Ini Seperti Air

Image

Ada Presiden Ukraina Mendapat Suaka Politik di Rusia

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Wartawan Utama/ Penggiat Literasi/ Konten Kreator/ Tutor/ Penulis/ Penerbit Buku -- Palembang

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image