Menanti Azan Berkumandang di Zentralmoschee Cologne 14 Oktober 2022

Wisata  
Zentralmoschee Köln (Zentralmoschee Cologne) atau Masjid Pusat Köln. (FOTO-FOTO : Maspril Aries)

KAKI BUKIT – Setelah menempuh perjalanan darat hampir tiga jam dengan bus yang melaju di jalan mulus dari Frankfurt, sekitar pukul 11.00 waktu setempat tiba di Köln, sebuah kota di negeri Jerman yang dalam bahasa Inggris ditulis “Cologne.” Cologne itu identik dengan parfum oleh sebab itu disebut juga kota parfum.

Ruang dalam Masjid Köln dengan desain yang artistik.

Kisah tentang kota parfum ini mengingatkan pada parfum “Eau de Cologne” yang sangat terkenal karena aroma yang harum namun ringan. Eau de Cologne dibuat pertama kali di kota Cologne (Köln), tepatnya di sebuah rumah yang berada di Obenmarspforten 21 oleh ahli parfum Johann Maria Farina.

Rumahnya tempat menciptakan Eau de Cologne kini telah diubah menjadi museum parfum yang selalu menarik kunjungan wisatawan mancanegara. Di rumah yang bernama resmi Fragrance Museum wisatawan bisa melihat proses pembuatan parfum Eau de Cologne hingga ikut meracik parfum sendiri. Ingat, masuknya tentu tidak gratis.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Desain interior Masjid Köln.

Perjalanan di Köln sebuah kota di tepi sungai Rhine, yang juga dikenal sebagai tempat asal Bir Kölsch, disajikan dengan gelas berbentuk kurus tinggi, bisa dimulai dari mana saja. Bisa memulianya dari Fragrance Museum atau dari Köln Tourismus yang letaknya tak jauh dari Katedral Köln.

Katedral Köln sangat terkenal karena merupakan katedral terbesar di daratan Eropa. Katedral yang berdiri di tepi Sungai Rhine adalah gereja gotik yang ditetapkan Unesco sebagai warisan budaya dunia. Katedral Köln memiliki puncak atapnya setinggi 157 meter.

Mihrab Masjid Köln.

Berjalan menyusuri kawasan di sekitar Katedral Köln ada beberapa museum yang bisa dikunjungi, diantaranya Museum Ludwig yang berisi karya kontemporer, seni populer dan karya ekspresionis. Tak jauh dari museum ini ada Museum Römisch-Germanisches Museum. Di seberang katedral ada taman bernama Rheinpark luasnya 40 hektar yang menjadi taman bermain bagi anak-anak, tempat main sepak bola.

Tujuan utama hari itu adalah Zentralmoschee Köln atau Masjid Pusat Köln yang kini juga menjadi ikon dari kota Köln. Bergegas menuju ke masjid yang berada di Distrik Ehrenfeld Köln untuk mengejar waktu salat Zuhur berjamaah yang sebentar lagi tiba. Di sekitar area masjid yang berada di jalan utama Verlour Strasse tidak menyediakan pelataran parkir untuk bus. Bus wisata hanya mengantarkan dan menurunkan penumpang di tempat pemberhentian yang berjarak sekitar 100 meter.

Ruang salat Masjid Köln di lantai

Turun dari bus kaki langsung melangkah ke arah masjid dengan menjejak anak tangga karena masjid terletak di lantai satu. Langsung menuju ke tempat wudhu di sebuah ruangan yang lumayan besar dengan beberapa kran air tersedia untuk berwudhu jemaahnya. Khusus bagi jemaah perempuan tempat wudhu tersedia di lantai dua yang langsung terhubung dengan tampat shalat wanita yang juga berada di lantai dua masjid.

Masjid Köln adalah masjid terbesar di Jerman yang kabarnya pada hari Jumat 14 Oktober 2022 akan mulai mengumandangkan azan untuk pertama kali dengan pengeras suara sehingga panggilan salat itu akan menggema di langit kota Köln dan akan terdengar sampai ke telinga warganya yang mayoritas non muslim.

Kaligrafi menghiasi kubah dan atap masjid.

Kabar tersebut disampaikan Penjabat presiden Persatuan Islam Turkiye untuk Urusan Agama (DITIB) Abdurrahman Atasoy pada 5 Oktober 2022. Menurutnya, “Saya berharap kami akan mengadakan azan pertama kami (melalui pengeras suara) di sini pada 14 Oktober, setelah kami berurusan dengan langkah-langkah dan masalah yang perlu diselesaikan oleh pemerintah kota.”

Umat muslim di Köln menyambut kabar tersebut dengan suka cita. Di Jerman hak untuk mengumandangkan azan diberikan kepada umat Islam sebagaimana konstitusi negara tersebut.

Seperti dilansir Anadolu Agency, sebelumnya komunitas muslim di Köln telah menyampaikan kepada warga sekitar tentang Islam dan prinsip-prinsipnya guna menghilangkan prasangka apa pun. Dalam sosialisasi ini disampaikan bahwa kumandang azan untuk memanggil umat muslim agar datang ke masjid lima kali sehari untuk salat wajib.

Kaligrafi menghiasi kubah dan atap masjid.

Direktur MoscheeForum (sebuah kelompok antaragama) Murat Sahinarslan, menjelaskan komunitas muslim di Köln telah mengajukan permohonan untuk mengumandangkan azan sejak 2021 kepada pemerintah kota.

Azan yang akan menggema di Köln bukan yang pertama azan bisa terdengar ke luar ruang masjid di Jerman. Sebelumnya, Masjid Rendsburg di Jerman bagian Utara telah mengadakan azan di luar ruangan selama bertahun-tahun. Azan di luar ruangan melalui pengeras suara setiap hari Jumat akan dilaksanakan antara pukul 12 malam sampai jam 3 sore. Kumandang azan ini tidak akan bertahan lebih dari lima menit dan tidak melebihi volume tertentu agar tidak mengganggu tetangga.

Umat Islam di Köln menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Henriette Reker yang telah memberikan izin azan panggilan salat menggema di langit kota Köln. “Ada banyak diskusi mengenai proyek #Muezzin-Ruf (seruan azan). Koeln adalah kota kebebasan dan keragaman,” tulis Heinriette Reker di Twitter-nya.

Berita Terkait

Image

Mari Memahami Kembali Azan

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Wartawan Utama/ Penggiat Literasi/ Konten Kreator/ Tutor/ Penulis/ Penerbit Buku -- Palembang

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image